Subscribe:

Ads 468x60px

Labels

Senin, 15 Juli 2013

Kesalahan-Kesalahan Dalam Bermajelis


Mencari ilmu merupakan kewajiban bagi setiam muslim (muslimah). Salah satu cara mencari ilmu adalah dengan mendatangi majelis-majelis ilmu. Sayang sekali banyak majelis-majelis ilmu yang justru di situ bertentangan dengan ilmu itu sendiri. Ilmu apa itu? Yaitu ilmu agar segala amalan termasuk dalam bermajelis senantiasa berada di atas koridor syariah, tidak menyimpang  diantaranya dengan  membuat atruran-aturan, cara-cara, ataupun metode baru yang tidak pernah dicontohkan oleh Rasulullah salallahu 'alaihiwassalam dan para sahabatnya. Meskipun sekilas nampaknya aturan atau metode tersebut tampaknya bagus dan luwes di mata orang yang biasa melakukannya. Dan tentu saja ketika cara/model tersebut dihilangkan merasa kehilangan atau ada yang kurang.  

Berikut ini kesalahan-kesalahan (bid'ah-bid'ah) dalam bermajelis, di antaranya :
  1. Ra'isul majelis (pemimpin majlis) mengajak jama’ah (ahli majelis) membaca atau mengucapkan basmalah secara bersama-sama, dengan suara yang jahr (keras) dalam rangka membuka majelis.1 Termasuk pula membaca Al-Fatihah pada permulaan majelis sebagai pembuka.
  2. Membuka majelis dengan senantiasa melazimkan tilawah Al-Qur’an, yakni dengan cara menyuruh seseorang membaca ayat dari Al-Qur’an.2 Mengenai hal ini, dalam kitab Al-Bida’, Syaikh Muhammad bin Shalih 'Utsaimin rahimahullah, ditanya sebagai berikut : Pertanyaan : Pembukaan muhadharah (ceramah) dan nadwah (pertemuan) dengan membaca sesuatu dari Al-Qur’an, apakah termasuk perkara yang disyari'atkan? Jawab : Saya tak mengetahui sunnah (tuntunan) yang demikian dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam, padahal Nabi ‘alaihi sholatu wa salam pernah mengumpulkan para sahabatnya ketika hendak perang atau ketika hendak membahas perkara penting kaum muslimin, tidaklah aku ketahui, bahwa Nabi membuka pertemuan tersebut dengan sesuatu dari Al-Qur’an (dibacakan ayat suci Alqur'an oleh seorang Qori' :red). Akan tetapi jika pertemuan atau muhadharah tersebut mengambil suatu tema/bahasan tertentu dan ada seseorang yang ingin membaca sesuatu dari Al-Qur’an yang ada hubungannya dari bahasan tema tersebut untuk dijadikannya sebagai pembuka, maka tidaklah mengapa. Dan adapun menjadikan pembukaan suatu pertemuan atau muhadharah dengan ayat Al-Qur’an secara terus menerus seolah-olah sunnah yang dituntunkan, maka yang demikian ini adalah tidak layak diamalkan.
  3. Selalu mengucapkan atau memulai dengan salam setiap hendak berbicara dalam majelis, baik saat akan memberikan usulan di tengah-tengah majelis ataupun setiap dimintai pendapat. Yang termasuk sunnah adalah mengucapkan salam setiap akan masuk atau meninggalkan majelis.
  4. Mengakhiri majelis dengan mengajak jama’ah (ahli majelis) untuk membaca sholawat, hamdalah, istighfar atau do'a kafaratul majelis secara bersama-sama, dengan suara yang jahr (suara keras) dan secara terus menerus.
  5. Mengakhiri majelis dengan selalu berdo’a, di mana ahli majelis mengamini bacaan do’a pemimpin  majelis. Lebih parah lagi jika pemimpin majelis menyebut “Al-Fatihah!!!” pada akhir do’a dengan keras, dan jama’ah membacanya secara bersama-sama, kemudian mengusap wajah dengan telapak tangan.dan kesalahan-kesalahan lainnya yang menyelisihi kaidah amaliyyah yang termasuk ibadah, dan kesalahan-kesalahan lainnya yang bersifat adab, sebagaimana dalam penjelasan di depan.
Itulah sebagian dari kesalahan-kesalahan yang sering dijumpai dalam bermajelis. Sebagai seorang pencari ilmu yang sering datang untuk bermajelis ilmu atau lebih khusus lagi para pembawa acara, hendaknya lebih berhati-hati ketika mengadakan majelis ta'lim. Tentu saja agar majelis yang diadakan tersebut diberkahi oleh Allah subhanahuwata'ala. Semoga Allah subhanahuwata'ala senantiasa memberi petunjuknya kepada kita dan menjadikan kita senantiasa istiqamah, terbimbing diatas amal yang sesuai dengan tuntunan Rasulullah salallahu'alaihiwassalam. 

Rabu, 03 Juli 2013

Pakaian Muslimah

Beberapa hari ini, beberapa orang ibu yang bekerja di sebuah instansi terlihat murung. Murung karena kantor tempat ia bekerja mewajibkan semua karyawannya memakai kerudung yang melenceng dari yang dituntunkan syariah. Melenceng dari kaidah berpakaian muslimah yang selama ini ia kaji di majelis  taklim ataupun di buku-buku yang membahas tentang pakaian muslimah. Kerudung yang seharusnya tebal dibuat semuanya memakai seragam yang transparan. Tentu saja kerudung seperti ini jika dipakai akan memperlihatkan bentuk lekuk-lekuk bagian dadanya . Bahkan lebih jauh dari itu dalam prakteknya banyak diantara mereka yang akhirnya tampak telinganya dari luar. Alias aurat yang seharunsya ditutup masih tetap terlihat.

Apa solusinya? --> "Tidak ada ketaatan kepada makhluk dalam perkara maksiat kepada Khalik (Allah)". 

Lalu seperti apa sih syarat pakaian muslimah itu. 

Kriteria jilbab menurut Al-Qur’an dan As-sunnah

“Tidak pantas bagi seorang muslim atau muslimat jika Allah dan Rasul-Nya telah memutuskan suatu hukum, mereka memilih hukum lain tentang suatu urusan. Barang siapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya, maka ia telah sesat dengan kesesatan yang nyata” (QS. Al-Ahzab : 36)

Syarat jilbab menurut Syeikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani dalam bukunya “Jilbab Al-Mar’ah Al-Muslimah fil kitabi was Sunati” (Jilbab wanita muslimah)

1. Menutup seluruh badan selain yang dikecualikan

Katakanlah kepada wanita muslimah: “Hendaklah mereka menahan pandangan mereka dan memelihara kemaluan mereka, dan janganlah mereka menampakan perhiasan mereka kecuali yang (biasa) Nampak dari mereka. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung kedada mereka, dan janganlah menampakkan perhiasan mereka kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka atau putra-putra suami mereka, saudara-saudara mereka atau putra saudara-saudara mereka atau wanita-wanita Islam atau budak-budak yang mereka miliki atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kaki agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kepada Allah, hai orang-orang yang beriman agar kamu beruntung” (QS. An-Nur : 31)

“Hai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang mukmin, “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya keseluruh tubuhnya”. Yang demikian itu supaya mereka mudah dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (QS. Al-Ahzab : 59)

Pada umumnya para ulama berpendapat bahwa bila seorang wanita telah aqil baliq, maka mereka wajib menutup aurat, yaitu seluruh badan, kecuali muka dan telapak tangan atau dapat dicontohkan seperti biasa kita menggunakan talkum/mukena saat sholat.

2. Bukan berfungsi sebagai perhiasan

 “… Dan janganlah kaum wanita itu menampakkan perhiasan mereka” (QS. An-Nur : 31)

Secara umum kandungan ayat diatas mencakup pakaian biasa jika dihiasi dengan suatu yang menyebabkan kaum laki-laki melirik pandangan kepadanya. Hal ini dikuatkan oleh firman Allah swt. :

“Dan hendaklah kamu tetap dirumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang jahiliyah yang pertama” (QS. Al-Ahzab : 33)

Jilbab menurut surah Al-Ahzab ayat 59 berfungsi sebagai pelindung wanita dari godaan laki-laki. Berarti pakaian bagi wanita berjilbab tidak boleh berlebihan dan tidak boleh menarik perhatian kaum laki-laki.

3. Kainnya harus tebal, tidak tipis

Sebagai pelindung wanita, secara otomatis harus tebal atau tidak transparan atau membayang (tipis) karena hal itu akan memancing fitnah (godaan) dari pihak laki-laki.

4. Harus longgar, tidak ketat, sehingga tidak menggambarkan sesuatu dari tubuhnya.


5. Tidak diberi wewangian atau parfum

“ Siapapun perempuan yang memakai wewangian lalu ia melewati kaum laki-laki agar ia menghirup wanginya, maka ia sudah berzina” (HR. An-Nasa’i).

Mengapa hal itu dilarang? Karena parfum wanita dapat langsung membangkitkan nafsu dari pria. Maka tidak diperbolehkan seorang wanita menggunakan parfum.

6. Tidak menyerupai laki-laki

“Rasulullah melaknat pria yang menyerupai pakaian wanita dan wanita yang menyerupai pakaian laki-laki” (HR. Abu Dawud)

“Tidak masuk golongan kami para wanita yang menyerupakan diri dengan kaum pria dan kaum pria yang menyerupakan diri dengan kaum wanita” (HR. Ahmad)

“Tiga orang yang tidak akan masuk surga dan Allah tidak akan memandangi mereka pada hari kiamat; orang yang durhaka pada kedua orang tuanya, wanita yang bertingkah kelelakian dan meyerupakan diri dengan laki-laki, dan dayyuts (orang yang tidak memiliki rasa cemburu)” (HR. Nasa’i, Hakim, Baihaqi dan Ahmad)

7. Tidak menyerupai pakaian wanita kafir

Syarat ini didasarkan pada haramnya kaum muslimin termasuk wanita menyerupai (tasyabuh) orang-orang (wanita) kafir baik dalam berpakaian yang khas pakaian mereka, ibadah, makanan, perhiasan, adapt istiadat, maupun dalam berkata dan memuji seseorang yang berlebihan.

“Barang siapa yang menyerupai suatu kaum maka ia termasuk kaum itu” (HR. Ahmad)

8. Bukan libas syuhrah (pakaian popularitas)

“Barang siapa mengenakan pakaian syuhrah (untuk mencari popularitas) di dunia, niscaya Allah mengenakan pakaian kehinaan pada hari kiamat, kemudian membakarnya dengan api neraka” (HR> Abu Dawud dan Ibnu Majah)

Libas syuhrah : Setiap pakaian yang dipakai dengan tujuan meraih popularitas (gengsi).

Sabtu, 19 Januari 2013

Cara Penulisan Dan Pengisian Formulir Pengajuan Hak Paten

Jawa Tengah
Jln. Dr.Cipto No.64, Semarang
Telepon:(024) 3546795, 3543063
Faximili:(024) 3561386, 3546795


Lainnya di: http://www.dgip.go.id

Deskripsi Invensi dan Tata Cara Penulisan
  1. Deskripsi adalah uraian lengkap tentang invensi yang dimintakan paten. Penulisan deskripsi atau uraian invensi tersebut harus secara lengkap dan jelas mengungkapkan suatu invensi sehingga dapat dimengerti oleh seorang yang ahli di bidangnya.
  2. Uraian invensi harus ditulis dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar. Semua kata atau kalimat dalam deskripsi harus menggunakan bahasa dan istilah yang tazim digunakan dalam bidang teknologi. Uraian invensi tersebut mencakup hat-hal berikut.
  3. Judul invensi, yaitu susunan kata yang dipitih untuk menjadi topik invensi. Judul tersebut harus dapat menjiwai inti invensi. Judul harus memerhatikan hal-hal sebagai berikut.
  4. Kata-kata atau singkatan yang tidak dapat dipahami maksudnya sebaiknya dihindari.
  5. Tidak boleh menggunakan istilah merek perdagangan atau perniagaan.
  6. Bidang teknik invensi, yaitu menyatakan tentang bidang teknik yang berkaitan dengan invensi.
  7. Latar betakang invensi yang mengungkapkan tentang invensi terdahulu beserta kelemahannya dan bagaimana cara mengatasi kelemahan tersebut yang merupakan tujuan dari invensi.
  8. Uraian singkat invensi yang menguraikan secara ringkas tentang fitur-fitur dari klaim mandiri.
  9. Uraian singkat gambar (jika ada) yang menjelaskan secara ringkas keadaan seluruh gambar yang disertakan.
  10. Uraian lengkap invensi yang mengungkapkan isi invensi sejelas-jelasnya terutama fitur yang terdapat pada invensi tersebut dan gambar yang disertakan digunakan untuk membantu memperjelas invensi.
Sumber:
http://www.dgip.go.id
http://hakintelektual.com

Prosedur Pendaftaran Hak Cipta


Berikut ini adalah prosedur pendaftaran ciptaan ke Direktorat Jenderal.
Permohonan Pendaftaran
Direktorat Jenderal menyelenggarakan pendaftaran ciptaan dan mencatatnya dalam daftar umum ciptaan. Daftar umum ciptaan tersebut dapat dilihat oleh setiap orang tanpa dikenai biaya. Pendaftaran ciptaan dalam daftar umum ciptaan tidak mengandung arti sebagai pengesahan atas isi, arti, maksud, atau bentuk dari ciptaan yang didaftar. Permohonan diajukan kepada Direktorat Jenderal dengan surat rangkap dua yang ditulis dalam bahasa Indonesia dan disertai contoh ciptaan atau penggantinya.
Dalam daftar umum ciptaan dimuat hal-hal berikut:
  1. Nama pencipta dan pemegang hak cipta.
  2. Tanggal penerimaan surat permohonan.
    Tanggal lengkapnya persyaratan.
  3. Nomor pendaftaran ciptaan.
Pendaftaran ciptaan dianggap telah dilakukan pada saat diterimanya permohonan oleh Direktorat Jenderal dengan lengkap. Pemindahan hak atas pendaftaran ciptaan, yang terdaftar dalam satu nomor, hanya diperkenankan jika seluruh ciptaan yang terdaftar itu dipindahkan haknya kepada penerima hak.
Syarat-syarat Permohonan:

Pendaftaran Ciptaan

  1. Mengisi formulir pendaftaran ciptaan rangkap dua (formulir dapat diminta secara cuma-cuma di Kantor DJHKI), lembar pertama dari formulir tersebut ditandatangani di atas meterai Rp6.000.
  2. Surat permohonan pendaftaran ciptaan mencantumkan hal-hal berikut: Nama, kewarganegaraan, dan alamat pencipta.Nama, kewarganegaraan, dan alamat pemegang hak cipta (nama, kewarganegaraan dan alamat kuasa), jenis dan judul ciptaan.
  3. Tanggal dan tempat ciptaan diumumkan untuk pertama kali.
  4. Uraian ciptaan rangkap tiga.
  5. Surat permohonan pendaftaran ciptaan hanya dapat diajukan untuk satu ciptaan.
  6. Melampirkan bukti kewarganegaraan pencipta dan pemegang hak cipta berupa foto kopi KTP atau paspor
  7. Jika pemohon badan hukum, di surat permohonannya harus dilampirkan turunan resrni akta pendirian badan hukum tersebut.Melampirkan surat kuasa, jika permohonan tersebut diajukan oleh seorang kuasa beserta bukti kewarganegaraan kuasa tersebut.
  8. Jika permohonan tidak bertempat tinggal di dalam wilayah RI, untuk keperluan permohonan pendaftaran ciptaan ia harus memiliki tempat tinggal dan menunjuk seorang kuasa di dalam wilayah Rl.
  9. Jika permohonan pendaftaran ciptaan diajukan atas nama lebih dari seorang dan atau suatu badan hukum, nama-nama pemohon harus ditulis semuanya, dengan menetapkan satu alamat pemohon.
  10. Melampirkan bukti pemindahan hak jika ciptaan tersebut telah dipindahkan.
  11. Melampirkan contoh ciptaan yang dimohonkan pendaftarannya atau penggantinya.
  12. Membayar biaya permohonan pendaftaran ciptaan sebesar Rp75.000, dan khusus untuk permohonan pendaftaran ciptaan program komputer sebesar Rp150.000
Sumber: www.hakintelektual.com

Kamis, 17 Januari 2013

YA RABB…IZINKAN AKU BERTAUBAT SEKALI LAGI


Kau berikan aku segala nikmat yang Kau miliki namun aku lupa untuk mensyukurinya……

Manusia seperti apa aku ini Ya Allah……

Ku biarkan begitu saja kasih sayang Mu yang sangat besar pada ku…

Bila ku ingat semua itu begitu sombongnya diriku ini…Mungkin bila Kau seorang manusia Kau akan kecewa melihat diriku…

Tapi tidak….karena Kau adalah pemilik ruh dan jasad ku…hanya Kau yang berhak atas ku…………

Kau-lah pemilik manusia dimuka bumi ini

Kau pemilik tumbuh-tumbuhan yang hijau

Kau juga lah pemilik seluruh binatang yang Kau datangkan nikmat darinya untuk manusia

Kau juga yang memiliki makhluk-makhluk yang terbuat dari cahaya itu

Bahkan Kau pula lah yang memiliki makhluk yang terbuat dari Api itu…….

Masya Allah…….Aku telah lupa……Aku telah lupa itu……..

Astaghfirullahaladzim………

Maafkan aku ya Rabb……yang sering melupakan perasaan Mu, Yang sering tidak mensyukuri nikmat Mu, yang selalu mengeluh atas ujian yang kau berikan dan yang tidak merasa malu untuk berbuat maksiat pada Mu………………..

Bahkan Aku Lupa bahwa Kau lah yang berkuasa atas ajal ku…yang kapan saja bisa Kau ambil bila Kau menginginkannya……

Rabbi…Kembalikan hidayah-Mu pada ku……

Aku rindu…Aku rindu…sungguh ya Allah aku merindukannya………

Rabbi…….Saat ini telah ku sadari semua kebodohan ku……Semua kesalahan ku……

Kaulah zat yang Penerima maaf…..

Kaulah zat Maha penerima tobat……

Aku bertobat Rabbi……

Maafkanlah aku atas segala kekhilafan selama ini

Izinkanlah kembali aku mencicipi indahnya berdua dengan-Mu, Indahnya membaca firman-firman dari-Mu dan mengenal para pejuang-Mu……….

Maafkan aku Ya Rabb

Izinkan aku bertaubat sekali lagi…………….

Bogor, 01 Juni 2010

Dikutip dari:
Linda J Kusumawardani
http://tulisannda.wordpress.com

Blogger ^Ketika Setiap Kata Bermakna^

Kamis, 27 September 2012

Fatwa Ulama Seputar Film yang Menghina Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam


Sikap Seorang Muslim Terhadap Munculnya Film yang Menghina Nabi Shalallahu’alaihiwassalam (Innocence of Muslims)

Oleh : Syaikh Shalih Al Fauzan hafidhahullah (Ulama besar Arab Saudi)
Catatan : Fatwa tersebut termasuk dalam rangkaian tanya jawab pada kajian Shifatush Shalat dari kitab ‘Umdatul Fiqh oleh Syaikh Al Fauzan hafidhahullah ba’da Maghrib di Masjid Jami’ Mut’ib bin Abdul Aziz, Malaz, Riyadh, Arab Saudi pada hari Sabtu, 28 Syawal 1433 H (15 September 2012).
Pertanyaan :
Fadhilatusy Syaikh, semoga Allah memberi taufiq kepada Anda. Pertanyaan yang masuk banyak sekali. Di antaranya ada yang bertanya tentang bimbingan Anda bagi para penuntut ilmu dan juga selain mereka tentang apa yang terjadi akhir-akhir ini berkaitan dengan film yang menghina Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam. Apa bimbingan Anda dalam hal ini?
Jawaban :
Bimbingan kami dalam hal ini adalah : hendaknya kita tetap tenang dan tidak mengingkari hal ini dengan cara-cara seperti demonstrasi, mendhalimi orang-orang yang tidak memiliki keterkaitan dengan hal ini, atau merusak harta benda. Ini adalah cara-cara yang tidak diperbolehkan. Yang wajib untuk membantah mereka adalah para ulama, bukan orang awam! Para ulamalah yang berhak membantah dalam perkara-perkara ini. Hendaknya kita senantiasa tenang.
Orang-orang kafir itu ingin mengganggu kita serta memancing amarah kita. Ini yang mereka inginkan. Mereka juga ingin agar kita saling membunuh. Aparat keamanan berusaha menghalang-halangi, sedangkan yang lain (para demonstran muslim) berusaha menyerang, sehingga terjadilah pemukulan, pembunuhan, dan banyak yang terluka. Mereka menginginkan hal ini. Hendaknya kita senantiasa tenang, hendaknya kita senantiasa tenang. Yang berhak untuk membantah mereka adalah orang-orang yang memiliki ilmu dan bashirah, atau hendaknya mereka tidak perlu dibantah. Orang-orang yang membantah mereka jugat tidak boleh disamaratakan.
Dahulu orang-orang musyrik berkata terhadap Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Penyihir…dukun…tukang bohong…,” dan sebagainya, dan Allah memerintahkan RasulNya untuk bersabar. Kaum muslimin ketika itu tidak melakukan demonstrasi di Mekkah, tidak menghancurkan sedikitpun dari rumah-rumah kaum musyrikin, juga tidak membunuh seorangpun. Sabar dan tenang, sampai Allah subhanahu wa ta’ala memudahkan adanya jalan keluar bagi kaum muslimin.
Yang wajib dilakukan adalah tenang, khususnya di hari-hari ini, di saat munculnya banyak fitnah dan kejelekan di negeri-negeri kaum muslimin. Wajib untuk tenang dan tidak tergesa-gesa dalam masalah-masalah ini. Orang-orang awam tidaklah pantas untuk menghadapinya. Mereka bodoh, tidak memahami hakikat masalah. Tidak boleh menghadapi masalah ini kecuali orang yang memiliki ilmu dan bashirah. Na’am.
Catatan : Fatwa tersebut termasuk dalam rangkaian tanya jawab pada kajian Shifatush Shalat dari kitab ‘Umdatul Fiqh oleh Syaikh Al Fauzan hafidhahullah ba’da Maghrib di Masjid Jami’ Mut’ib bin Abdul Aziz, Malaz, Riyadh, Arab Saudi pada hari Sabtu, 28 Syawal 1433 H (15 September 2012).
Inilah Fatwa Syaikh Abdul Aziz Alu Syaikh Tentang Film Innocence of Muslims:
Syaikh Abdulaziz bin Abdullah Alu Syaikh, yang mana beliau adalah Ulama Ahlussunnah, termasuk jajaran Kibarul Ulama dan Ketua Lajnah Daimah lil Buhuts Al Ilmiah wal Ifta’ Kerajaan Saudi Arabia, menekankan bahwa jalan terbaik membela Nabi Shallallahu’alaihi wasallam adalah dengan mengikuti sunnah-sunnahnya (tuntunan beliau), menyebarkan dakwah beliau, mencontoh perikehidupan beliau, dan menyebarkan nilai-nilai Islam.
Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan hari ini, Syaikh mengatakan bahwa tindakan tercela dan jahat dalam upaya mengedarkan film yang menghina Nabi Shallallahu’alaihi wasallam tidak akan merendahkan kedudukan Nabi Shallalahu’alaihi wasallam dan Islam, karena Allah Azza wajalla berfirman dalam Alquran, artinya
“Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu dialah yang terputus.” (Al Kautsar: 3)
Namun dalam menyikapi tindakan jahat yang seperti ini hendaknya harus sesuai dengan tuntunan Al-Quran dan As Sunnah.
Kaum Muslimin tidak boleh membiarkan kemarahan mereka menjadikan mereka membunuh orang yang tidak bersalah dan menyerang fasilitas umum. Jika umat Islam mudah terpancing emosi, justru musuh-musuh Islam akan tercapai maksud dan tujuan mereka dalam memproduksi film ini.
Syaikh Abdul Aziz menghimbau semua negara dan organisasi internasional untuk mempidanakan tindakan menghina semua Nabi dan Rasul ‘Alaihis Sholatu wassalam.
(SPA Saudi Press Agency / Website resmi pemerintah Kerajaan Saudi Arabia)
http://akhwat.web.id/muslimah-salafiyah/fatwa-ulama/fatwa-ulama-tentang-film-yang-menghina-nabi-shallallahu-alaihi-wasallam-innocence-of-muslims/

Selasa, 18 September 2012

Pelanggaran Syar'ie dalam Seminar dan Pelatihan Konvensional


"Mana aplausnya?", "Silahkan Bapak maju dan menyanyikan sebuah lagu untuk menghibur kawan-kawan disini",    " Pak, Bu, semua hadap kanan dan pegang bahu didepannya pijit-pijit, ayok terus pak...bu..., sekarang tepuk-tepuk punggungnya, katakan dengan keras 'Mas-mas! Bangun-bangun!" " Sekarang lonjak-lonjak sambil katakan bro!bro!bro! dan terakhir angkat tangan keatas sambil teriak "Yes,yes, yes!!!"  Begitu kurang lebihnya arahan dan anjuran seorang trainer dihadapan para audiens. Tidak peduli Audiennya orang tua, apa orang muda, buruh pabrik atau seorang direktur perusahaan, rakyat atau mantan bupati, mereka semua diminta melakukan apa saja sesuai arahan trainer. Mereka dibuat seperti orang gila. Tapi dasar trainer, gak mau kalah, menghadapi keluhan audienspun si Trainers sudah punya jurus penangkalnya. Si Trainers bilang sendiri: " Kalau ada yang mengatakan 'kok kita seperti orang gila!', berarti normal ya Bapak Ibu sekalian...., mending mana  dikatakan seperti orang gila atau dikatakan seperti orang waras!". Begitulah  suasana sebuah ruangan,  gegap gempita, ramai,  diiringi tepuk tangan, nyanyian, bahkan musik yang gedumbarangan yang membuat suasana jadi gaduh, tidak karuan. Katanya biar suasana hidup dan tambah semangat. 

Pelatihan, training, seminar atau apapun namanya pada dekade sekarang ini seperti menjadi menu wajib bagi setiap perusahaan. Kalau perusahaan Anda ingin maju dan siap bersaing dengan perusahaan lainnya  Ikuti Training "Mahal" ini. Begitu kira-kira penawaran sebuah lembaga  training SDM.  Lembaga training yang akan menyedot sebagian kantong brankas perusahaan. Sebuah penawaran training yang biayanya tidak cukup jutaan rupiah bahkan puluhan juta rupiah.  Konon untuk meningkatkan SDM, biar lebih termotivasi menuju Pelayanan Prima, Pelayan VIP, atau Pelayanan Platinum,  kata mereka. 

"Pelatihannya satu hari full bu...", kata sales sebuah lembaga trainer. "Dengan biaya segitu,  itu sudah cukup murah. Biaya segitu dibandingkan dengan kualitas SDM yang unggul tidak bisa dibandingkan Bu..". Begitu kata Sales trainer saat harga pelatihannya ditawar. Benarkah pelatihan-pelatihan seperti itu dapat meningkatkan SDM? Jawabannya "Belum tentu".  Karena peningkatan kulaitas sebuah SDM tidak hanya cukup dengan sebuah pelatihan satu hari full, apalagi latihannya sekedar hura-hura, huhu haha dan seabreg model variasi lainnya yang terkadang lebih banyak mubazirnya bahkan cenderung kepada pelanggaran-pelanggaran terhadap syariat Isalm. Untuk meningkatkan SDM masih banyak faktor lain yang diperlukan.

Kesadaran pribadi yang berasal dari dalam hati nurani, ini merupakan faktor utama,  dan untuk menyadarkan itu tidak cukup hanya pelatihan sehari, apalagi pelatihan seharinya cuma ngajarkan kiat bagaimana cara menyapa konsumen dan menerima telepon sementara selebihnya berisi kesia-siaan bahkan kemaksiatan. Kesadaran pribadi  membutuhkan  sentuhan-sentuhan yang kontinyu, berkali-kali, berhari-hari bahkan boleh jadi butuh tahunan untuk membentuk sebuah SDM yang mumpuni. Sementara materi praktis tentang cara, sikap dan ucapan yang terbaik nomor dua. Sedangkan terakhir adalah kontrol dari teman dikanan dan kirinya, saling mengingatkan jika kurang pas dari teman lainnya dan ini memegang peran yang sangat besar, dalam ajaran Islam ada istilah "watawa shaubilhaqwatawashaubishshabri".

Bahkan jika diperlukan ada semacam kesepakatan dan peringatan khusus di seragam tiap karyawan: "Ingatkan Saya Jika Pelayanan Saya Kurang Baik".  Saya teringat ketika adik saya bekerja di sebuah perusahaan swasta asing yang berhubungan dengan alat-alat berat,  mereka tiap karyawan di setiap seragam mereka ada tulisan: "Ingatkan Saya Jika Apa yang Saya Lakukan Tidak Safety (membahayakan keselamatan)". Tetapi justru hal-hal yang penting semacam ini justru tidak di tekankan dalam pelatihan, sementara kulitnya yang boleh jadi tidak sesuai dengan keyakinan dan bertentangan dengan nilai-nilai Islami justru diikuti dengan detail, bahkan terkadang masih ditambah dengan yang lebih parah lagi.

Perlu diketahui bahwa asal-muasal model-model pelatihan semacam itu berasal dari  orang-orang barat yang notabene kuffar. Maka tentu saja model-model nyapun tidak jauh dari kebiasaan dan nilai-nilai mereka, seperti tepuk tangan, mengiringi dengan musik, dansa-dansi dan sejenisnya. Sementara trainers muslim kadang hanya ikut-ikutan, rupanya mereka lupa setiap hari minimal lima kali berdo'a :
"Tunjukilah kami ke jalan yang lurus dan bukan jalannya orang yang sesat (Yahudi) dan dimurkai (Nasrani)". QS.Alfatihah.
Dalam Islam tepuk tangan memang diperbolehkan tetapi bagi wanita saat diperlukan dan itupun tidak terus-menerus. Tahukah Anda bahwa tepuk tangan merupakan satu cara  ibadahnya orang non muslim. Kalau gak percaya datanglah ke tempat ibadah mereka, disana Kau akan dapatkan nyanyian, musik dan tepuk tangan di saat mereka beribadah dan itu semua ada dalam acar mereka.

Lalu perlukah training atau pelatihan bagi sebuah perusahaan? Tentu saja perlu, jika memang tepat sasaran dan  memang perusahaan memerlukan pelatihan dalam bidang tersebut. Namun ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan jika sebuah perusahaan hendak mengadakan training bagi para Karyawannya. Dan lebih daripada itu faktor syar'i bagi sebuah perusahaan harus lebih diperhatikan lagi, apalagi perusahaan yang mengatasnamakan atau membawa nama Islami.  Berikut ini beberapa pelanggaran syariat dan solusinya:
Tidak mengindahkan bahkan mengabaikan waktu shalat. Beberapa pelatihan, seminar atau sejenisnya diantara mereka terus melangsungsungkan pelatihan di saat-saat jam mendekati waktu shalat atau bahkan saat adzan dikumandangkan pelatihan masih terus berlangsung. Lebih parah lagi sampai muadzin mengumandangkan iqamat pelatihan tetap berlangsung dengan diiringi musik dan nyanyian-nyanyian.  
Solusi:  Pelatihan merupakan acara yang direncanakan maka rencanakan pula kapan jam mulai dan kapan jam selesainya.  Jika kemudian pelatihan harus melewati waktu shalat maka saat mendekati waktu shalat lima sampai sepuluh menit sebelum adzan pelatihan dihentikan. Atau   paling telat adzan berkumandang pelatihan selesai. Ingatkan audiens bahwa waktu shalat hampir tiba dan pelatihan dihentikan sementara, jika memang pelatihan masih perlu dilanjutkan.
Training terlalu banyak menyianyiakan waktu dengan cerita-cerita dusta, permainan-permainan yang terkadang tidak begitu bermanfaat bahkan boleh jadi mempermalukan orang atau acara-acara yang tidak semestinya kemudian acara tersebut dihubung-hubungkan sehingga seolah-olah permainan itu berhubungan dengan pelatihan, atau dianggap tim trainers berhubungan dengan pelatihan.

Solusi: Gunakan waktu seefisien mungkin, berikan materi singkat padat dan mudah dipahami, berikan feedback berupa pertanyaan apa saja materi yang didapatkan saat penyajian training tadi? Jika peserta ada yang jawabannya belum sesuai dengan maksud training,  berikan penjelasan sehingga audiens lebih bisa memahami materi. Sementara permainan-permainan, cerita dusta atau terkadang permainan sulap, njoged dan sejenisnya hanya buang-buang waktu dan melalaikan peserta dari materi sesungguhnya.

Mencampur baurkan peserta laki-laki dan perempuan secara disengaja. Jika tidak disengaja dan trainer saking tidak tahunya (saking bodohnya) maka ini dimaklumi, jika sudah tahu tetapi justru membuat aturan yang melanggar, agar campur aduk gak karu-karuan, bahkan dibuat kesepakatan batil, maka ini sama saja orang berjalan didepannya ada kotoran ia buat sendiri aturan nanti kalau jalan aturannya menginjak kotoran itu, atau sudah tahu kalau menjerembabkan kepalanya ketembok kepalanya benjut ia malah buat aturan untuk disepakati agar membenturkan kepala ke tembok.  

Solusinya: Tidak dipungkiri bahwa campur antara pria dan wanita dalam kehidupan sehari-hari seringkali tidak bisa dihindari, di bus, di warung makan, di pasar di tempat kerja dan lain-lain. Namun keadaan semacam ini seharusnya diupayakan untuk diminimalisir sesuai dengan kemampuan individu, jangan malah justru dijadikan dalil "Toh diluar kita juga campur kayak gitu" Lahaulawalakuwwata illabillah. 

Solusi: Tidak menjadikan satu waktu pelatihan antara pria dan wanita, apalagi jika pelatihan nanti mengharuskan ada peragaan-peragaan dalam beberapa tema latihan. Jika pelatihan atau seminar tidak memerlukan  peragaan, atau praktek-praktek di depan peserta lain, maka seorang pengusaha atau yang diserahi tanggung jawab dalam masalah ini membuat dan membagi peserta latihannya agar tidak terjadi pencampuran lawan jenis baik dalam tempat duduk maupun penyajian materi, yang  terbaik adalah peserta laki-laki didepan dan peserta perempuan di belakang, yah contoh dalam hal ini adalah mengadopsi dari cara mengatur shaff shalat. Shaff utama bagi pria adalah terdepan dan shaff utama bagi wanita adalah yang paling belakang.

Memberi soundtrack dengan musik atau lagu-lagu. Tidak ada manfaatnya mengiringi datangnya penampilan seorang trainer dengan musik. Kisah nyata, pernah seorang dosen diundang untuk memberikan sebuah training Islami, kemudian panitia sudah menyiapkan tim rebana untuk menabuhnya, saat Si Dosen ini hendak tampil, begitu pembawa acara memepersilahkan Si Dosen maju ke depan,  terdengar suara rebana gegap gempita. Mendengar suara gegap gampita rebana, Si Dosen tidak jadi berjalan menuju mimbar, "Ayo Pak Silahkan..." Kata salah seorang panitia. "Sebentar, sebentar tunggu sampai suara itu (rebana) berhenti..." Jawab Si Dosen. Tahukah Anda kenapa Si Dosen tidak maju saat ada suara musik? Si Dosen mengatakan:" Waktu itu Saya tidak mau disamakan dengan 'Othek Ogleng' atau 'Sarimin'.  Demikian pula cara membuat suasana hidup dengan musik justru akan mematikan hati pendengarnya. Bagi orang yang kecanduan musik barangkali musik seakan-akan dapat menambah semangat, dan  padahal sebenarnya kecanduan pada musik sudah merupakan suatu penyakit yang harus diobati, bukan ditularkan dimana-mana.

Solusi: Bagi seorang muslim jika mengadakan suatu acara, yang  seharusnya dilakukan justru diarahkan ke hal-hal yang lebih bermanfaat dan jelas kehalalannya. Baca syair Islami yang tidak bertentangan dengan pemahaman yang shahih, Murattal, video nyata berisi motivasi untuk bahan renungan,  bacaan hadits, atau suara-suara alam bisa menjadi alternatif hiburan untuk menghilangkan kejenuhan dan menghidupkan qalbu,  jika memang hiburan atau selingan itu diperlukan. Banyak sekali hiburan atau selingan yang segar, memotivasi tanpa melanggar syariat Islam.

Tepuk tangan. Tidak jarang training dari awal hingga akhir diiringi dengan tepuk tangan. Bahkan jika tidak ada tepuk tangan trainer meminta kepada audiens: "Mana tepuk tangannya..."

Solusi: Tepuk tangan diperbolehkan bagi wanita saat shalat jika mendapati imam salah. Dan tepuk tangan diharamkan bagi laki-laki. Tepuk tangan bukan cara yang dibenarkan untuk mengungkapkan ketakjuban terhadap sesuatu, jika seorang muslim takjub terhadap suatu perkataan maka ucapkan "Allahu Akbar". Dan ucapan ini bukan diminta,  tetapi diungkapkan sendiri oleh orang yang takjub tersebut.

Mengundang trainers dari kalangan orang-orang kafir padahal banyak orang muslim yang mampu memberikan training dengan materi tersebut, atau training dilakukan oleh para wanita yang tidak menutup aurat, baik audiensnya laki-laki maupun perempuan.
 Solusi: Pilih trainers yang muslim, jika ada trainer wanita, minta untuk menutup auratnya atau jika memang aslinya tidak menutup aurat jangan menyewa training semacam ini, wong mentraining dirinya-sendiri saja pada masalah yang sangat pokok belum bisa kok,  mau disuruh mentraining karyawan Anda,  apalagi dalam masalah cara berbusana tentu sangat naif.

Mengundang trainer untuk mentraining dalam masalah etika, belajar cara berbicara, cara makan, cara berpakaian, cara, menerima tamu, cara bertemu dengan orang dan sebagainya dari training yang tidak jelas sumber-sumber materinya berasal dari mana. Yang jelas tidak disebutkan dari syariah Islam.

Solusi: Masalah etika dalam Islam dikenal dengan istilah akhlak dan adab. Para ulama telah menjelaskan secara panjang lebar bab tentang adab dan akhlak seorang muslim,  baik adab dan akhlak terhadap sesama muslim,terhadap non muslim, orang tua, teman,. cara berbicara, tersenyum, tertawa, menghadapi lawan bicara cara berpakaian dan sebagainya secara komplit, semuanya sudah ada bahkan sangat jelas.  Diantar kitab yang cukup tekenal dalam masalah ini adalah kitab Adabul Mufrad (KLIK DI SINI) dan sekarang sudah ada terjemahannya dalam bahasa Indonesia. Cukup undang seorang ustadz yang mumpuni dan memahami kitab para ulama untuk menjelaskan adab dan akhlak yang kita inginkan. Atau bisa dengan solusi meminta semua karyawan mendengarkan sebuah materi adab tertentu dan minta mereka untuk merangkum dan menjawab pertanyaan yang berkaitan dengan materi tersebut.
Pelatihan dengan model banyak peragaan dan penampilan-penampilan didepan publik lebih tepat diterapkan pada para karyawan pemula, atau para remaja dan anak-anak. Sementara untuk para karyawan eksekutif, senior, dan para orang tua yang sudah bertahun-tahun bahkan puluhan tahun di perusahaan tersebut lebih mulia dan terhormat jika dengan training berupa materi-materi ringkas dengan menekankan pada pemahaman materi. Apalagi jika trainersnya jauh lebih muda dari yang ditraining maka model pelatihan akan jauh lebih bermakna jika pelatihan lebih bernuansa ketenangan dan kedamaian dengan durasi waktu seperlunya saja.

Sebagai penutup, SDM memang sangat penting,  namun terkadang karena dianggap  begitu pentingnya masalah ini, banyak lembaga training yang memanfaatkannya untuk meraih keuntungan materi sebanyak-banyaknya. Bagi seorang pengusaha muslim atau eksekutif perusahaan yang diamanahi perusahaan dalam peningkatan SDM, jangan mudah tergiur, tergoda dan terpengaruh dengan tawaran-tawaran peningkatan SDM dengan janji muluk-muluk apalagi dari orang-orang yang jauh dari nilai-nilai Islami. Disamping itu masih ditambah lagi dengan biaya yang  tinggi dan biasanya memang demikian.

Alangkah lebih baiknya jika pelatihan bisa dilakukan dengan menggali potensi perusahaan, donatur, simpatisan pendukung yang memiliki kepedulian terhadap perusahaan,  boleh jadi diantara mereka ada yang kompeten dan  bisa memberikan pelatihan dengan cara-cara yang syar'i, paling tidak mendapat informasi tentang pelatihan yang dibutuhkan yang sesuai dengan syariat.

Jika terpaksa sebuah perusahaan harus mendatangkan pelatihan dari sebuah "Lembaga Pelatihan",  maka  seleksi dan jeli dalam memilih model pelatihan jadi suatu keharusan. Berikan persayaratan agar sistem pelatihan dilakukan tanpa melanggar batasan-batasan syariat sebagaimana disebutkan diatas. 
Selamat berjuang para trainers muslim, jangan malu menampakkan jati diri Anda, tunjukkan bahwa "Saya muslim dan saya bangga". Pembimbing terbaik didunia sepanjang masa adalah Rasulullah Shalallahu'alaihiwassalam, caranya, ucapanya, metodenya semuanya jika digali akan tampak betapa model penyampaian materi, bimbingan dan arahan beliau sungguh luar biasa.

Terkadang beliau Rasulullah shallallahu'alaihuwassalam, menyampaikan bimbingan dengan pertanyaan, terkadang dengan kisah nyata, terkadang dengan ancaman. terkadang pula dengan harapan, semuanya bisa digali dari hadits-hadits yang shahih. Terkadang beliau mampu membuat para pendengarnya menjadi bersemangat untuk beramal dan juga beberapa kali membuat orang yang mendengarnya menjadi berurai air mata.

Wallahua'lamubishshawab.


Sabtu, 23 Juni 2012

Syarat Diterimanya Ibadah


Pengertian ibadah sebagaimana disebutkan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taymiyah adalah  sekumpulan nama-nama (segala sesuatu) yang dicintai dan diridhoi Allah baik ucapan maupun perbuatan baik lahir maupun batin.

Sabtu, 10 Maret 2012

Cara Taubat Nasuha

Dalam sebuah hadits qudsi Rasulullah bersabda:
" Wahai manusia andaikan dosa-dosamu membumbung kelangit/ menjulang tinggi sampai ke langit lalu engkau memohon ampun kepadaku maka pasti kuampuni dosa-dosamu" (HR.At Tirmidzi dari Anas bin Malik Radiallahu'anhu dihasankan oleh Asy Syaikh Al Albani dalam Shahihu  Jami' no.4338)

Demikian penjelasan Rasulullah tentang betapa Allah Maha Pengampun terhadap kesalahan hamba-Nya yang terjerumus ke dalam jurang kemaksiatan.  Allah menjamin akan mengampuni dosa-dosa tersebut tentu saja jika ia mau bertaubat, meminta ampun beristighfar dengan bersungguh-sungguh meminta ampun kepada Allah. Permintaan ampun yang keluar dari hatinya bukan sekedar ucapan lisannya dan terpenuhi syarat-syaratnya.

Adapun syarat-syarat taubat adalah sebagai berikut:

  1.  Ikhlas karena Allah. Taubat merupakan bagian dari ibadah kepada Allah maka ibadah ini akan diterima jika ia dilakukan semata-mata karena Allah. Sebaliknya orang yang bertaubat bukan karena Allah maka taubatnya belum bisa dikatagorikan taubat yang sesungguhnya. Seseorang yang bertaubat dari berjudi karena ia sudah tidak memiliki harta benda lagi tanpa meniatkan karena Allah, atau seseorang yang bertaubat dari berzina semata-mata karena sudah terkena penyakit akibat perbuatannya maka taubat  ini bukanlah taubat yang benar.
  2. Menyesali perbuatannya. Taubat yang disertai dengan penuh rasa penyesalan di hatinya merupakan salah satu syarat di terimanya taubat, taubat yang bukan sekedar ucapan lisan namun benar-benar keluar dari lubuk hati yang dalam. Merasa bersalah menyesal dan benci dengan perbuatan yang pernah dilakukannya. Seseorang yang yang tidak menyesali perbuatan dosanya, merasa senang dan bangga dengan dosa yang telah dilakukannya di masa lalu maka ini menunjukkan bahwa ia menyukai perbuatan dosanya. Dan bisa saja ini sebagai  indikasi bahwa ia akan kembali untuk melakukannya. Nabi Salallahu'alaihi wassalam bersabda: " Penyesalan adalah taubat." (HR.Al Baihaqi dari anas bin Malik. Asy Syaikh Al Albani menshahihkannya dalam Shahihul Jami" no.6802)
  3. Berhenti/ Meninggalkan dosanya. Jika seseorang mengaku telah bertaubat namun ia masih terus atau akan terus melakukannya maka ini berarti ia belum bertaubat kepada Nya. Pengakuan taubat harus diiringi dengan menghentikan perbuatan dosa tersebut. 
  4. Bertekad bulat untuk tidak mengulangi perbuatannya. Orang yang bertaubat dengan sungguh-sungguh ia akan bersungguh-sungguh pula menjaga dirinya agar tidak terjerumus kembali ke dalam perbuatan dosanya. Ia bertekad bulat dengan segala upaya baik suka maupun tidak suka, baik dimudahkan untuk melakukan kembali dosa itu maupun tidak,  ia dengan kuat akan menjaga dirinya untuk tidak kembali untuk terjerumus melakukannya.
  5. Taubat tersebut dilakukan pada saat-saat masih dibuka nya pintu taubat. Karena ada waktu dimana taubat sudah tidak lagi diterima yaitu: 
  • Saat nyawa sudah sampai di tenggorokannya, saat sakaratul maut. Karena taubat yang dilakukan disaat kritis/sekarat tidak akan diterima oleh Allah. Nabi bersabda: "Sesungguhnya Allah akan menerima taubat seorang hamba sebelum nyawa sampai tenggorokannya." (HR At Tirmidzi dar Abdullah bin Umar bin Khaththab)
  • Saat matahari terbit dari arah barat, yaitu saat menjelang datangnya hari kiamat. Jika saat menjelang datangnya hari kiamat telah tiba berupa terbitnya matahari dari arah barat, maka pintu taubat telah ditutup, dan taubatnya seorang hamba tidak akan diterima oleh Allah Subhanahuwata'ala. Nabi Shalallahu'alaihiwassalam bersabda,: "Siapa saja yang bertaubat sebelum matahari terbit dari barat, niscaya Allah Subhanahuwata'al menerima taubatnya." (HR. Muslim dari Abu Hurairah)


Itulah lima syarat taubat yang harus dilakukan seorang hamba untuk mendapatkan ampunan Allah Subhanahuwata'ala.  Namun kelima syarat  ini hanya berlaku untuk dosa-dosa yang tidak berkaitan dengan hak-hak manusia, adapun jika dosa yang dilakukannya tersebut menimbulkan berkurang atau hilangnya hak seseorang maka syarat taubatnya ditambah satu lagi yaitu,:
     6.  Meminta maaf kepada yang bersangkutan atau mengembalikan/ menggantikan barang yang diambil. Jika hal itu tidak dilakukan, maka di akhirat kelak pahala pelaku kejahatan tersebut akan diambil kemudian diberikan kepada orang yang telah didzalimi.

Disunnahkan untuk melakukan shalat sunnat taubat yaitu shalat sunnah dua rakaat, sebagaimana shalat sunnah lainnya hanya ini dengan niat shalat taubat. Wallahua'lambishshawab.

Jumat, 09 Maret 2012

Taubat Jalan Kesuksesan


Menyesal, sedih, merasa hampa dan jauh dari Allah. Itulah sebagian perasaan yang berkecamuk pada diri manusia saat ia merenungi perbuatan dosa yang telah di lakukannya. Manusia yang masih memiliki iman tentu saja. Ia merasakan betapa dosa telah menyebabkan kehilangan sesuatu yang selama ini sangat ia rasakan kenikmatannya, kenikmatan iman kepada Allah 'Azzawajalla.

Tidak dipungkiri manusia tempatnya salah dan dosa, bukan 1, 2 dosa bahkan terkadang sekaligus sekian banyak dosa. Seorang istri sangat mudah untuk terjerumus ke dalam dosa mengingkari kebaikan suaminya, seorang pejabat sangat mudah dan rawan untuk terjerumus ke dalam dosa korupsi, seorang pengusaha mudah mendhalimi karyawannya dengan tidak memberikan hak-hak karaywan sesuai dengan peraturan yang ada di negaranya, seorang karyawan juga mudah terjerumus ke dalam mengabaikan kewajiban yang seharusnya ia tunaikan  di dalam pekerjaannya, seorang pedagang rawan terjatuh dalam penipuan dan bohong kepada pembeli, bahkan seorang tukang rumputpun sangat rawan untuk jatuh ke dalam dosa pencurian buah   saat ia lapar di tengah padang rumput. Demikian pula pekerjaan-pekerjaan lainnya tentu memiliki celah-celah untuk menggelincirkan seseorang ke dalam jurang kemaksiatan.  Tentu banyak sekali dan tidak bisa disebutkan satu demi satu.Demikianlah keadaan manusia sebagaimana yang disebutkan oleh Rasulullah Salallahu'alaihiwassalam."Setiap manusia banyak berbuat salah dan sebaik-baik orang yang banyak berbuat salah adalah yang banyak bertaubat." (HR.Attirmidzi dari Anas bin Malik dan dihasankan oleh Asyaikh Al Albani dalam Shahihul Jami' no.4515)

Memang manusia terbaik bukanlah manusia yang tidak pernah sama sekali berbuat dosa, namun ia adalah orang yang ketika berbuat dosa kemudian saat ia ingat akan dosa-dosanya ia segera sadar dan bertaubat kepada Allah dengan taubat yang sebenar-benarnya.

Taubat Salah Satu Jalan Menuju Kesuksesan
Siapapun orangnya, betapapun besar dosanya jika ia sungguh-sungguh bertaubat untuk kembali ke jalan Allah maka satu dari sekian banyak pintu menuju kesuksesan telah terbuka. Dan pintu taubat ini bisa jadi pintu pertama yang seharusnya di buka oleh setiap hamba sebelum membuka pintu-pintu kesuksesan yang lain.
Bukti bahwa taubat sebagai jalan menuju kesuksesan adalah firman Allah dalam surat Annur:31 yang terjemahannya ialah:
"Bertaubatlah engkau sekalian kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman supaya kalian beruntung"
Kesuksesan atau keberuntungan yang ada dalam ayat ini memiliki makna, baik kesuksesan hidup di dunia maupun di akhirat. Bersambung insya Allah....

Rabu, 15 Februari 2012

Kultum

Assalamu'alaikum warahmatullahiwabarakatuh
Alhamdulillah hamdan katsiran thayyiban mubaarakan fiih, kama yuhibbu rabbuna.
Bapak-bapak ibu-ibu saudara-saudara sekalian yang mudah-mudahan dirahmati Allah subhanahuwat'ala, di antara keutamaan seorang muslim. Adalah di dapatkannya pahala dalam segala keadaan. Di saat ia mendapatkan musibah, penderitaan, dan hal-hal lainnya yang tidak di sukainya maka ia bersabar maka ini baik baginya dan pahala baginya. Di saat ia mendapatkan keutamaan berupa rizki, kesehatan, kekayaan, dan kenikmatan-kenikmatan lainnya ia bersyukur maka ini juag baik baginya, lanjut....  

Selasa, 14 Februari 2012

Sukses Is Bullshit!!!

SUKSES bagi sebagian besar orang, benar-benar menjadi dambaan bahkan ada yang menjadikannya sebagai harga mati yang harus digapai. Sukses suatu kata yang hanya diri sendirilah yang tahu maknanya secara terperinci, mau seperti apa sukses menurut dirinya. Sebagian orang mengartikan sukses bisa dengan kendaraan yang bagus, istri yang cantik dan rumah yang mewah. Sebagian lagi mendefinisikan sukses dengan berhasilnya ia dalam menempuh karir sebagai seorang buruh/karyawan di perusahaan besar. Sebagian lagi sukses diartikan sebagai kemampuan dia memiliki bisnis yang berkembang maju dan mampu memberikan kesejahtraan/gaji bagi karyawannya melalui perusahaan yang dimiliki.  Betapa banyak orang mengartikan sukses bagi diri masing-masing. Sayang sekali banyak orang yang mengejar kesuksesan menurut persepsi dirinya, namun setelah ia dapatkan  apa yang ia kejar, bukannya kebahagiaan yang ia dapatkan,  namun justru penderitaan yang bertumpuk. Ada apa gerangan?

Cobalah tengok, dengar dan baca keadaan di negeri ini, betapa banyak orang yang telah mendapatkan hal-hal yang saya sebutkan diatas, bahkan banyak diantara mereka yang mereka dapatkan  jauh lebih dari itu,  namun kondisinya memperihatinkan.  Rumahnya megah, mobilnya mewah bukan cuma satu atau dua mobil bahkan bisa lebih dari itu, namun tidak lama setelah memiliki dan menikmati mobil-mobil mewah tersebut, ia menjadi bulan-bulanan pihak berwajib karena ia peroleh sebagian impiannya tersebut dengan cara-cara kotor. Sebagian lagi diantara mereka sibuk membangun rumah megah di tempat-tempat  yang ia anggap menyenangkan, namun setelah rumah itu jadi ia tidak tinggal di dalamnya,  namun justru tinggal dipenjara. Demikian pula ada diantara mereka orang yang bertitel,  berpangkat atau menjabat jabatan penting di perusahaan dengan gaji lima kali lipat bahkan lebih dari standar gaya hidupnya, namun istrinya menjadi istri yang durhaka. Mengapa hali ini bisa terjadi?

Jawabannya, karena mereka mendefinisikan sukses hanya berdasarkan hawa nafsunya belaka, mereka kejar apa yang dianggapnya dapat membahagiakan hidupnya.  Namun setelah ia dapatkan bukan kebahagiaan yang ia peroleh. Ia telah tertipu dengan impian suksesnya, ternyata yang ia sangka dapat membahagiakannya tidak ia dapatkan. Ia seperti mengerjar fatamorgana, mengejar air disaat kehausan,  dipadang pasir. Atau di jalan raya di saat terik matahari, tampak air menggenang di tengah jalan,  namun setelah ia berada di depan yang ia kejar,  air tersebut sama sekali tidak ada.

Lalu  seperti apa kesuksesan itu dan  bagaimana agar kesuksesan itu dapat memberikan kebahagiaan dalam kehidupan? Tidak ada lain kecuali dengan mendefinisakan kesuksesan, keberhasilan, kemenangan dan kebahagian itu menurut yang maha tahu. Yang maha tahu masa depan manusia, maha tahu jiwa dan hati manusia. Dialah Allah 'Azza wajalla Sang pencipta, pemberi kebahagiaan sejati. Kemudian setelah tahu dan memahami makna sukses menurut Allah, barulah mengejar dan mengejar dengan  bersemangat untuk meraihnya, dengan cara yang benar dan diridhainya.

Artikel Terkait:
Sukses yang Sesungguhnya